Supa Skateboarding Media Logo

Volcom Wild In The Parks Kembali: Nostalgia Kontes yang Pernah Jadi Panggung Generasi Skater

Bukan sekadar soal siapa yang menang, event ini membawa kembali memori tentang era ketika kontes skateboard menjadi salah satu tempat paling penting bagi skater muda untuk menunjukkan potensinya.

Pada Minggu, 25 Oktober 2026, F.O Slipi Skatepark kembali dipenuhi energi kompetisi lewat Volcom Wild In The Parks 2026. Buat skater yang pernah mengikuti atau menyaksikan event ini di masa lalu, namanya tentu bukan sesuatu yang asing. Ada nuansa yang terasa familiar, seolah salah satu bagian dari sejarah skateboarding lokal yang sempat menghilang akhirnya kembali hadir.

Dengan semangat “Let The Kids Ride Free”, peserta bisa mengikuti kompetisi tanpa biaya registrasi, sekaligus mendapatkan T-shirt event dan makanan. Hampir 100 skater berpartisipasi dalam empat divisi, yaitu Under-15, Intermediate, Open Womens, dan Open Mens. Di luar kompetisi utama, ada pula sesi Cash for Trick dan Best Trick Jam yang terbuka bagi skater yang tidak kebagian slot registrasi.

Namun, daya tarik Wild In The Parks sebenarnya lebih besar daripada sekadar format kompetisi dan daftar pemenang.

Ketika kontes menjadi tempat skater ditemukan

Sebelum Instagram menjadi bagian dari keseharian skena, kontes skateboard punya peran yang berbeda. Buat banyak skater muda, mengikuti kompetisi bukan hanya kesempatan untuk mengejar podium, tetapi juga momen untuk memperlihatkan kemampuan mereka secara langsung di hadapan komunitas, rider yang lebih senior, hingga orang-orang dari brand skateboard.

Di era itu, sebuah kontes bisa menjadi tempat seorang skater mulai menarik perhatian. Trick yang berhasil didaratkan, konsistensi saat bermain, style, dan cara seseorang membawa dirinya di skatepark bisa menjadi alasan orang lain mulai mengenal namanya. Bagi sebagian skater, perhatian tersebut bahkan bisa membuka jalan menuju sponsorship.

Itulah salah satu hal yang membuat event grassroots seperti Wild In The Parks punya tempat tersendiri dalam ingatan skena. Kontes menjadi ruang pertemuan antara skater, komunitas, skate shop, dan brand. Bakat yang sebelumnya hanya dikenal di skatepark lokal punya kesempatan untuk dilihat oleh audiens yang lebih luas.

Tentu saja, sponsorship tidak datang hanya dari satu penampilan bagus. Namun, bagi skater yang sedang membangun nama, berada di tempat yang tepat dan mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan secara langsung bisa menjadi langkah penting.

Dari era kontes ke era Instagram

Sekarang, jalurnya sudah berbeda. Kontes masih menjadi panggung penting, tetapi bukan lagi satu-satunya cara bagi skater untuk menarik perhatian brand.

Instagram, video part, footage street, dan dokumentasi sesi sehari-hari memungkinkan skater memperlihatkan perkembangan mereka tanpa harus menunggu kompetisi berikutnya. Brand bisa melihat trick, style, kreativitas, konsistensi, hingga karakter seorang skater melalui konten yang mereka unggah.

Di satu sisi, akses untuk memperlihatkan kemampuan menjadi lebih terbuka. Skater dari kota yang jauh dari pusat kegiatan pun bisa membangun audiensnya sendiri melalui internet.

Di sisi lain, ada sesuatu yang tidak sepenuhnya tergantikan oleh layar: pertemuan langsung, atmosfer kompetisi, dukungan teman-teman di sekitar obstacle, dan kesempatan melihat kemampuan skater lain dari dekat.

Di sinilah event seperti Wild In The Parks tetap relevan. Bukan karena cara skater ditemukan harus kembali seperti dulu, tetapi karena skateboarding selalu punya sisi yang hanya bisa dirasakan ketika orang-orangnya berkumpul dan bermain bersama.

Wild In The Parks dan perjalanan skena skateboard Indonesia

Volcom Wild In The Parks bukan program baru yang tiba-tiba muncul pada 2026. Sebagai aktivasi grassroots dari Volcom, rangkaian ini mulai berjalan pada 2004 dan berlangsung hingga 2015, sebelum memasuki masa hiatus panjang.

Edisi pertamanya di Indonesia digelar di Museum Satria Mandala, Jakarta. Sebelum nama Wild In The Parks digunakan, Volcom juga telah menjalankan sejumlah program skateboard lain sejak 2000, termasuk Volcom Exercise Series, Volcom Big Youth Happening, dan Volcom Jam ’O Rama.

Perjalanan program ini juga tidak berhenti di Jakarta. Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bali pernah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Jangkauan lintas kota ini penting dalam konteks perkembangan skateboard Indonesia. Skena tidak tumbuh hanya dari satu skatepark atau satu komunitas. Ada banyak skater yang berkembang melalui sesi bersama, dukungan skate shop lokal, perjalanan antarkota, dan kesempatan bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama.

Event grassroots menyediakan salah satu ruang untuk mempertemukan semua itu. Bagi generasi yang tumbuh bersama Wild In The Parks, kembalinya acara ini membawa nostalgia. Bagi skater yang lebih muda, ini menjadi kesempatan untuk merasakan langsung sebuah format event yang pernah menjadi bagian dari perjalanan generasi sebelumnya.

Hampir 100 peserta dan musik setelah kompetisi

Pada edisi 2026, empat divisi utama mempertemukan skater dengan rentang pengalaman yang berbeda. Selain kompetisi utama, Cash for Trick dan Best Trick Jam memberi kesempatan tambahan bagi skater lain untuk ikut bermain dan menunjukkan kemampuan mereka.

Setelah sesi kompetisi berakhir, musik live menjadi bagian dari suasana acara. Merrman dan Cloath tampil mengisi rangkaian entertainment, membawa suasana dari arena kompetisi menuju perayaan bersama komunitas.

Kehadiran musik juga terasa selaras dengan karakter skateboarding yang sejak lama beririsan dengan berbagai elemen street culture. Skateboarding tidak hanya hidup ketika seseorang sedang melakukan trick, tetapi juga melalui musik, pertemanan, perjalanan, dan kultur yang berkembang di sekelilingnya.

Para pemenang Volcom Wild In The Parks 2026

Berikut hasil kompetisi dari empat divisi yang dipertandingkan:

Under-15

  1. Sho Miyazaki
  2. Galang Arshad Natta Vertical
  3. Fathian Radhika

Intermediate

  1. Sho Miyazaki
  2. Galang Arshad Natta Vertical
  3. Fathian Radhika

Open Womens

  1. Quinnara Ayra Darmawan
  2. Ni Wayan Malana Fairbrother
  3. Fachriza Naysila

Open Mens

  1. Basral Graito Hutomo
  2. Erlangga Ramadhan Putra
  3. Mohammad Maulana Malik Ibrahim

Dokumentasi foto: Nareend.

Lebih dari sekadar comeback

Kembalinya Volcom Wild In The Parks mengingatkan kita bahwa perkembangan skateboard selalu melibatkan banyak generasi. Cara skater membangun nama mungkin sudah berubah, dari mengandalkan penampilan langsung di kontes hingga membagikan footage melalui media sosial. Namun, kebutuhan akan ruang untuk bermain, berekspresi, dan terhubung dengan skena tetap sama.

Bagi sebagian orang, Wild In The Parks mungkin membawa kembali kenangan tentang masa ketika satu kontes bisa menjadi momen yang mengubah perjalanan seorang skater. Bagi yang lain, ini adalah pengalaman baru untuk mengenal komunitas dan merasakan energi kompetisi secara langsung.

Apa pun generasinya, satu hal tetap relevan: skateboard berkembang ketika skater mendapat ruang untuk bermain dan kesempatan untuk menunjukkan siapa mereka.

Dan terkadang, sebuah event bukan hanya tentang siapa yang pulang membawa trofi. Bisa jadi, di antara skater yang hari itu mendapat kesempatan untuk bermain, ada nama baru yang beberapa tahun lagi akan dikenal luas oleh skena.

see you on the next event!

Latest

Post