Supa Skateboarding Media Logo

VIP Parking Jadi Skate Park: Rekap Carstensz Millennium Moves di Tangerang

TANGERANG, Januari 2026 - Ada momen ketika sebuah tempat “rapi” mendadak terdengar lebih jujur. Bukan karena musiknya lebih keras, tapi karena ruangnya dipakai sebagaimana mestinya: untuk orang berkumpul, berisik, dan berekspresi. Bulan ini, Carstensz Mall mencoba membuktikan itu lewat Carstensz Millennium Moves, sebuah rangkaian acara yang membawa street art dan extreme sport ke tengah ruang komersial yang biasanya steril.

Buat sebagian orang, street culture selalu dianggap cocoknya di pinggir kota, di spot-spot tersembunyi, atau di skatepark yang sudah punya ceritanya sendiri. Tapi Millennium Moves justru menggeser panggung ke tempat yang lebih “mainstream” tanpa memaksa kultur ini jadi pajangan semata. Hasilnya terasa seperti throwback awal 2000-an: bold, penuh warna, dan tidak minta izin untuk dilihat.

Deck Jadi Kanvas: Tiga Seniman, Tiga Karakter

Salah satu titik berat Millennium Moves ada di sektor artisan dan visual. Tiga seniman grafiti, Dhado Wacky, Vebriyant, dan Joeabigail, berkolaborasi lewat custom painting pada skateboard deck. Deck-deck ini kemudian dipamerkan dalam eksibisi khusus di area Dewa United, Lantai 1.

Di sini deck diperlakukan bukan cuma sebagai gear, tapi sebagai medium. Garis, warna, dan ikonografi yang merujuk pada vibe 2000-an muncul sebagai “bahasa” yang gampang ditangkap: energik, berani, dan punya identitas. Bagi yang tumbuh besar dengan visual pop, street lettering, dan kultur skate era itu, pameran ini seperti memori yang dipoles ulang untuk hari ini.

VIP Parking Disulap Jadi Skate Park Temporer

Kalau pameran deck memberi alasan untuk berhenti dan melihat, sisi skate event memberi alasan untuk berkeringat dan bersuara. Pada 18 Januari, area VIP Parking di Carstensz Mall diubah menjadi skate park temporer, lengkap dengan mini ramp dan format kompetisi yang memang dibuat untuk memancing adrenalin.

Ada Game of Skate, format klasik yang menguji konsistensi, kontrol, dan mental. Lalu ada Cash for Trick, bagian yang biasanya paling cepat memanaskan suasana karena skater didorong untuk “all-in” demi mendaratkan trik tersulit. Bukan cuma soal menang, tapi soal momen: ketika satu trik bersih bisa mengubah kerumunan jadi satu suara yang sama.

Di titik ini, Millennium Moves bekerja seperti yang seharusnya dilakukan event street culture: memberi ruang, memberi pemantik, lalu membiarkan komunitas yang mengisi sisanya.

Penutup dengan Dance Battle

Rangkaian acara disebut akan mencapai puncaknya pada 24 Januari 2026 lewat 2on2 Openstyle Battle. Setelah art dan skate jadi sorotan utama, battle ini menutup perayaan dengan energi yang berbeda tapi masih satu garis: ekspresi tubuh, gaya personal, dan dorongan untuk tampil sekeras mungkin.

Perpindahan fokus dari deck ke mini ramp lalu ke dance floor membuat Millennium Moves terasa sebagai pertemuan lintas komunitas, bukan sekadar satu event berdiri sendiri. Street art, extreme sport, dan dance bukan ditempel-tempel, tapi diposisikan sebagai bagian dari satu lanskap urban yang sama.

Lebih dari Tontonan

Pihak Carstensz Mall menekankan bahwa acara ini dibuat untuk mendekatkan ruang mereka dengan generasi muda, serta mendorong mall menjadi tempat berkumpul komunitas urban, bukan hanya tempat belanja. Di sisi lain, penyelenggara juga menyebutkan pengalaman pengunjung tidak berhenti pada menonton, karena ada aktivitas partisipatif seperti fun games balanced board dan photo contest dengan hadiah voucher tenant.

Di tengah tren event yang sering terasa seperti dekorasi musiman, detail seperti ini penting: bukan hanya memamerkan, tapi mengundang orang ikut terlibat.

Words By AditBobo / @Taulany.Ent
Photos By @gallerydioarga

Tags Carstensz

Latest

Post